-SOULMATE-
Hari yang cerah, langit tampak biru bersih tanpa setitik mendung pun yang menodainya. Angin yang berhembus pun terasa sejuk saat membelai kulit. Hari itu adalah hari pertama bagi siswa-siswi lulusan sekolah menengah pertama untuk mendaftarkan diri mereka ke sekolah menengah atas yang menjadi pilihan mereka masing-masing. Di daerah itu ada sebuah sekolah yang menjadi pilihan terfavorit.
Berbondong-bondong siswa-siswi berseragam putih biru datang untuk mendaftarkan diri mereka. Tak ketinggalan juga El Saskia Wijaya berjalan menyusuri pelataran halaman depan sekolah yang merupakan sekolah yang masih ada dibawah yayasan yang sama dengan sekolahnya yang sebelumnya.
Hari yang cerah, langit tampak biru bersih tanpa setitik mendung pun yang menodainya. Angin yang berhembus pun terasa sejuk saat membelai kulit. Hari itu adalah hari pertama bagi siswa-siswi lulusan sekolah menengah pertama untuk mendaftarkan diri mereka ke sekolah menengah atas yang menjadi pilihan mereka masing-masing. Di daerah itu ada sebuah sekolah yang menjadi pilihan terfavorit.
Berbondong-bondong siswa-siswi berseragam putih biru datang untuk mendaftarkan diri mereka. Tak ketinggalan juga El Saskia Wijaya berjalan menyusuri pelataran halaman depan sekolah yang merupakan sekolah yang masih ada dibawah yayasan yang sama dengan sekolahnya yang sebelumnya.
"El.." teriak seorang cowok dari jauh. El tahu dengan jelas suara siapa itu.. "El tunggu..!" lagi-lagi suara itu memanggilnya dari jauh, sebelum akhirnya El membalikkan badannya menatap sosok cowok yang sedang berjalan mendekatinya bersama kedua temannya yang lain.
"Kalian.." El tersenyum melihat ketiga cowok yang tak asing lagi baginya.
Apalagi si Anto Hendra Kusuma, dia adalah sahabat tempatnya sering berbagi suka dan duka, ya karena mereka sama-sama berasal dari lulusan sekolah menengah pertama yang sama.
"Yuk masuk." ajak Felix, salah satu sahabatnya Anto.
Mereka berempat masuk bersamaan untuk mendaftarkan dirinya masing-masing kesekolah itu.
Singkatnya, mereka berempat diterima disekolah itu. Disana mereka juga bertemu dengan kedua sahabat mereka yang lain. Mereka berenam, tepatnya El, Anto, Felix, Opiq, Itha dan Fenska, membuat sebuah geng yang diberi nama Felita Mars yang merupakan gabungan nama mereka untuk lebih mengikatkan tali persahabatan mereka berenam. Seiring berjalannya waktu persahabatan mereka bukan hanya persahabatan tapi sudah seperti sebuah keluarga kecil. Tali persahabatan mereka begitu erat hingga apapun mereka lakukan bersama, sehati dan sejalan pikiran. Persahabatan mereka juga diketahui oleh orang tua mereka masing-masing. Hubungan persahabatan yang begitu erat diantara mereka kadang juga membuat teman-teman mereka yang lain merasa iri, sehingga kadang mereka sering dipikir berpasangan.
***
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Kini mereka sudah naik ke kelas 3 SMA.Persahabatan yang awalnya berjalan dengan mulus, kini harus tiba pada tahap-tahap ujian dimana harus membuat mereka menangis bersama.
Awalnya semuanya baik-baik saja tapi entah darimana datangnya perasaan itu datang, Anton dan El sama-sama saling menyukai satu sama lain.
Hari itu tanggal 2 April 2011 , ya seminggu sebelum memasuki ujian nasional..
Mereka berenam beramai-ramai merayakan hari ulang tahun Ave, adiknya El. Mereka duduk bersama, bercanda gurau, menikmati sunset ditepi pantai.
Beberapa saat terlah berlalu. Matahari telah berpulang berganti bulan yang menyinari mereka yang masih asyik bermain ditepi pantai.
"El.." panggil Anto yang kemudian duduk disamping El yang sedang melihat sahabatnya yang lain berlari-larian saling mengejar satu sama lain ditepi pantai.
"mm-Hmm." El balik menatap Anto yang sedang menatap wajahnya lekat-lekat. Mata mereka saling bertatap satu sama lain.
"Aku suka kamu," kata Anto sambil tersenyum dan terus menatap mata El, "Lebih tepatnya, aku sayang kamu. Aku ingin hubungan kita, bukan cuma sekedar sahabat. Tapi.." Anto lebih serius menatap jauh kedalam bola mata cewek disampingnya ini, "Tapi lebih dari sahabat. Aku ingin kamu jadi kekasihku, cewek terakhir dihidupku." tutur Anto pelan
Penuturan Anto benar-benar membuat hati El melonjak kegirangan karena dia juga merasakan hal yang sama terhadap cowok disamping duduknya ini, hanya saja apa arti persahabatan mereka selama ini? bagaimana perasaan sahabat-sahabatnya? apa yang akan mereka katakan kalau tahu hal ini?
Persahabatan dengan Anto bukan hanya dari masuk SMA, tapi semenjak SMP mereka berdua telah bersahabat, lalu apa yang akan terjadi dengan persahabatan mereka dengan yang lainnya? Aaaaaaarrrrgh! El benar-benar ditempatkan didalam pilihan yang sulit. Manakah yang harus dipilihnya, persahabatan ataukah cinta?
Tanpa tersadar airmatanya berguguran membasahi pipinya mendengar penuturan Anto. Dia tak ingin membohongi perasaanya sendiri, tapi dia juga tak tahu harus memilih yang mana diantara sahabat dan cinta. Beberapa detik berlangsung, dia memutuskan untuk memilih keduanya, sahabat dan cinta. Namun karena persahabatan keduanya dengan yang lain, hingga mereka berdua dengan diam-diam menyembunyikan status hubungan mereka yang kenyataannya bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah lebih dari sekedar sahabat, kekasih.. ya itu tepatnya!
***
Tak lama kemudian, akhirnya satu per satu dari mereka mulai mengetahui hubungan keduanya, tapi karena memikirkan persahabatan mereka, mereka memutuskan untuk diam dan menunggu Anto dan El untuk berbicara.
Persahabatan dengan Anto bukan hanya dari masuk SMA, tapi semenjak SMP mereka berdua telah bersahabat, lalu apa yang akan terjadi dengan persahabatan mereka dengan yang lainnya? Aaaaaaarrrrgh! El benar-benar ditempatkan didalam pilihan yang sulit. Manakah yang harus dipilihnya, persahabatan ataukah cinta?
Tanpa tersadar airmatanya berguguran membasahi pipinya mendengar penuturan Anto. Dia tak ingin membohongi perasaanya sendiri, tapi dia juga tak tahu harus memilih yang mana diantara sahabat dan cinta. Beberapa detik berlangsung, dia memutuskan untuk memilih keduanya, sahabat dan cinta. Namun karena persahabatan keduanya dengan yang lain, hingga mereka berdua dengan diam-diam menyembunyikan status hubungan mereka yang kenyataannya bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah lebih dari sekedar sahabat, kekasih.. ya itu tepatnya!
***
Tak lama kemudian, akhirnya satu per satu dari mereka mulai mengetahui hubungan keduanya, tapi karena memikirkan persahabatan mereka, mereka memutuskan untuk diam dan menunggu Anto dan El untuk berbicara.
Suatu malam..
Mereka berenam mengadakan malam renungan bertempat di rumahnya Itha. Suasana malam mulai hening, tak satupun mereka berbicara. Hanya duduk dan saling menatap satu sama lain. Selang beberapa detik kemudian..
"Itha, Fenska, Felix, Opiq.." sapa El, membuka pembicaraan. "Aku ingin bilang hal yang mungkin saja akan membuat kalian shock atau marah. Selama ini aku.."
"El.." potong Anto sambil menatap El lekat-lekat dan menggenggam tangannya El yang saat itu duduk disampingnya.
Mata keempat sahabat mereka yang lain masih menatap mereka penuh tanya dan menunggu kejujuran mereka berdua.
"Teman-teman, hubungan aku dan El bukan seperti yang kalian duga selama ini bahwa kami hanya sebatas sahabat!" tegas Anto dan beberapa detik berlangsung Anto dan El menjelaskan tentang hubungan keduanya, sebelum akhirnya Anto mengatakan, "Kami berdua saling mencintai dan sudah menjalani hubungan beberapa waktu belakangan ini. Maaf kami gak ingin memberitahu kalau.."
Belum sempat Anto melanjutkan kata-katanya, Felix yang saat itu sudah menangis mendengar penuturan mereka, tiba-tiba jatuh tergeletak dilantai.
Malam itu akhirnya semuanya mereka harus ungkapkan kepada sahabat-sahabatnya dengan jujur dan lambat laun mereka mulai menerima hubungan yang terjadi antara kedua sahabat mereka itu.
***
Beberapa hari berlalu dengan cepat..
"El .." panggil Itha dan Fenska yang menyadari El sedang duduk sendiri dibawah tangga gedung sekolah mereka, "Kenapa kamu?"
"Gak, gak kenapa-kenapa.." sambil mengusap wajahnya yang kelihatan agak sembab.
"Kamu nangis? Anto ngelakuin apa ke kamu? Kok wajahmu jadi gini?"
"Gak .. gak kenapa-kenapa kok.."
"Bohong!" seru Itha yang langsung berlari mendapati Felix dan Opiq yang baru saja datang, disusul Fenska.
"Fens.. Fens.. Itha!" teriak El ketika sahabat-sahabatnya itu sudah pergi meninggalkan duduknya tanpa mendengar penjelasannya kenapa wajahnya kelihatan begitu sembab.
"Anto!" teriak Opiq dan Felix
Anto segera berhenti bermain basket, sambil tersenyum dia berlari mendapati keempat sahabatnya yang berdiri diluar lapangan.
"Hei.. main yuk!" ajak Anto
"El kenapa? Apa yang kamu lakuin ke dia?!" tanya Itha dengan ketus
Anto mengerutkan keningnya. Ya dia memang tak mengerti dengan apa yang dimaksudkan sahabatnya itu.
"Maksudnya?" Anto balik bertanya
"Kenapa wajahnya seperti orang yang baru habis nangis?" tanya Itha lagi
Beberapa detik berlangsung terjadi sedikit adu mulut antara mereka berlima. Tapi Anto dengan sabar menjelaskan kepada sahabat-sahabatnya dan juga dengan tenang berusaha menghadapi kemarahan sahabat-sahabatnya itu kalau-kalau ada yang terjadi diantara hubungan Anto dan El.
***
Waktu terus berlalu, ujian nasional pun berakhir dengan baik. Hasil kelulusan mereka terima dengan rasa bangga dan bahagia.
Sementara hubungan keduanya berjalan dengan baik walaupun terkadang keduanya menghadapi banyak masalah dalam hubungan mereka tapi mereka mencoba untuk terus bertahan sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius. Perasaan senang dan terharu dari keduanya, hubungan mereka sudah berada ditahap yang lebih serius dan bukan hanya itu, tapi hubungan keduanya pun direstui oleh sahabat-sahabat dan keluarganya masing-masing.
Walaupun sekarang mereka berdua terpisahkan oleh waktu dan jarak, tapi tidak dengan cinta mereka yang terus bertahan walau kenyataannya banyak rintangan yang sering mereka hadapi.
***
Setahun berlalu .. tepat sebelum tanggal 2 April 2012 El jauh-jauh datang dari Jakarta, tempat dimana dia kuliah, untuk mengunjungi kekasih hatinya itu yang memang saat itu melanjutkan kuliahnya di Jogjakarta.
"Happy Anniversarry sayangku.." kata Anto sambil mencium kening El dan menyerahkan sebuah boneka padanya.
Perasaan haru dan bahagia tampak pada kedua pasang mata ini.
Singkatnya hubungan itu terus berlanjut dengan baik, hingga memasuki tahun 2013 tahun yang sangat dinantikan keduanya untuk kembali merayakan hari jadi mereka yang kedua.
Namun siapa yang menyangka ..
Bila pada akhirnya hubungan yang mereka bangun bersama harus kandas ditengah jalan.
Entah mengapa hubungan yang terjalin pada awalnya indah, dan dilandasi doa dan ketulusan harus berakhir begitu saja.. Sabtu, 4 Mei 2013 menjadi akhir dari segalanya. Mereka memutuskan untuk berpisah.
"Terkadang suatu keputusan itu sangat sulit untuk diambil. Tapi akan lebih baik mengambil suatu keputusan daripada tidak sama sekali. Intinya, kesempatan itu hanya akan datang sekali dan bahagia di hidup kita itu kita yang menentukannya sendiri."
TAMAT
"Itha, Fenska, Felix, Opiq.." sapa El, membuka pembicaraan. "Aku ingin bilang hal yang mungkin saja akan membuat kalian shock atau marah. Selama ini aku.."
"El.." potong Anto sambil menatap El lekat-lekat dan menggenggam tangannya El yang saat itu duduk disampingnya.
Mata keempat sahabat mereka yang lain masih menatap mereka penuh tanya dan menunggu kejujuran mereka berdua.
"Teman-teman, hubungan aku dan El bukan seperti yang kalian duga selama ini bahwa kami hanya sebatas sahabat!" tegas Anto dan beberapa detik berlangsung Anto dan El menjelaskan tentang hubungan keduanya, sebelum akhirnya Anto mengatakan, "Kami berdua saling mencintai dan sudah menjalani hubungan beberapa waktu belakangan ini. Maaf kami gak ingin memberitahu kalau.."
Belum sempat Anto melanjutkan kata-katanya, Felix yang saat itu sudah menangis mendengar penuturan mereka, tiba-tiba jatuh tergeletak dilantai.
Malam itu akhirnya semuanya mereka harus ungkapkan kepada sahabat-sahabatnya dengan jujur dan lambat laun mereka mulai menerima hubungan yang terjadi antara kedua sahabat mereka itu.
***
Beberapa hari berlalu dengan cepat..
"El .." panggil Itha dan Fenska yang menyadari El sedang duduk sendiri dibawah tangga gedung sekolah mereka, "Kenapa kamu?"
"Gak, gak kenapa-kenapa.." sambil mengusap wajahnya yang kelihatan agak sembab.
"Kamu nangis? Anto ngelakuin apa ke kamu? Kok wajahmu jadi gini?"
"Gak .. gak kenapa-kenapa kok.."
"Bohong!" seru Itha yang langsung berlari mendapati Felix dan Opiq yang baru saja datang, disusul Fenska.
"Fens.. Fens.. Itha!" teriak El ketika sahabat-sahabatnya itu sudah pergi meninggalkan duduknya tanpa mendengar penjelasannya kenapa wajahnya kelihatan begitu sembab.
"Anto!" teriak Opiq dan Felix
Anto segera berhenti bermain basket, sambil tersenyum dia berlari mendapati keempat sahabatnya yang berdiri diluar lapangan.
"Hei.. main yuk!" ajak Anto
"El kenapa? Apa yang kamu lakuin ke dia?!" tanya Itha dengan ketus
Anto mengerutkan keningnya. Ya dia memang tak mengerti dengan apa yang dimaksudkan sahabatnya itu.
"Maksudnya?" Anto balik bertanya
"Kenapa wajahnya seperti orang yang baru habis nangis?" tanya Itha lagi
Beberapa detik berlangsung terjadi sedikit adu mulut antara mereka berlima. Tapi Anto dengan sabar menjelaskan kepada sahabat-sahabatnya dan juga dengan tenang berusaha menghadapi kemarahan sahabat-sahabatnya itu kalau-kalau ada yang terjadi diantara hubungan Anto dan El.
***
Waktu terus berlalu, ujian nasional pun berakhir dengan baik. Hasil kelulusan mereka terima dengan rasa bangga dan bahagia.
Sementara hubungan keduanya berjalan dengan baik walaupun terkadang keduanya menghadapi banyak masalah dalam hubungan mereka tapi mereka mencoba untuk terus bertahan sampai akhirnya keduanya memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius. Perasaan senang dan terharu dari keduanya, hubungan mereka sudah berada ditahap yang lebih serius dan bukan hanya itu, tapi hubungan keduanya pun direstui oleh sahabat-sahabat dan keluarganya masing-masing.
Walaupun sekarang mereka berdua terpisahkan oleh waktu dan jarak, tapi tidak dengan cinta mereka yang terus bertahan walau kenyataannya banyak rintangan yang sering mereka hadapi.
***
Setahun berlalu .. tepat sebelum tanggal 2 April 2012 El jauh-jauh datang dari Jakarta, tempat dimana dia kuliah, untuk mengunjungi kekasih hatinya itu yang memang saat itu melanjutkan kuliahnya di Jogjakarta.
"Happy Anniversarry sayangku.." kata Anto sambil mencium kening El dan menyerahkan sebuah boneka padanya.
Perasaan haru dan bahagia tampak pada kedua pasang mata ini.
Singkatnya hubungan itu terus berlanjut dengan baik, hingga memasuki tahun 2013 tahun yang sangat dinantikan keduanya untuk kembali merayakan hari jadi mereka yang kedua.
Namun siapa yang menyangka ..
Bila pada akhirnya hubungan yang mereka bangun bersama harus kandas ditengah jalan.
Entah mengapa hubungan yang terjalin pada awalnya indah, dan dilandasi doa dan ketulusan harus berakhir begitu saja.. Sabtu, 4 Mei 2013 menjadi akhir dari segalanya. Mereka memutuskan untuk berpisah.
"Terkadang suatu keputusan itu sangat sulit untuk diambil. Tapi akan lebih baik mengambil suatu keputusan daripada tidak sama sekali. Intinya, kesempatan itu hanya akan datang sekali dan bahagia di hidup kita itu kita yang menentukannya sendiri."
TAMAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar