"Reenatha Indah Kusuma!" seru Cristan, sahabat dekatnya.
Cristan berlari mendapatkan Reenatha yang tampak sepasang headset menempel pada telinganya, sambil berjalan memasuki ruangan UKM Tari Universitas Bhayangkara, Surabaya.
Saat masuk diruangan itu, tampak beberapa mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam UKM Tari sedang mempersiapkan gaya-gaya tari mereka yang akan ditampilkan pada lomba dance sekota Surabaya.
"Halo semua," sapa Reenatha sambil melepas headsetnya
"Hai.. Halo.." sapa balik beberapa rekan tarinya
"Reenatha! huh.. huh.. huh.." kata Cristan saat sudah sampai tepat didepan Reenatha yang bengong melihat Cristan yang mencoba mengatur napasnya satu-satu.
"Ya ampun.. kamu kenapa Tan?" Reenatha tertawa kecil
"Kamu.. huh.. aku panggil kamu dari tadi kamunya malah jalan terus huh.. udah teriak-teriak masih juga nggak dengar." omel Cristan dengan napas satu-satunya akibat berlari mengejar Reenatha dari lantai II kampus sampai diujung ruangan, tempat latihan mereka ini.
"Sorry deh sorry.. aku nggak dengar loh. Gimana mau dengar coba, aku aja make ini nih." sambil menunjukkan headset yang tadi sudah dilepasnya. "Ah udahlah yuk gabung sama yang lain."
Cristan mengangguk-ngangguk.
Mereka berdua lalu bergabung dengan yang lain dan seperti biasa, mereka berlatih menari.
Mereka berdua lalu bergabung dengan yang lain dan seperti biasa, mereka berlatih menari.
Lagu dance ala anak-anak RnB langsung saja mengisi ruangan itu. Tampak mereka mulai menyesuaikan gerakan dengan gerakan senior mereka.
Reenatha dan Cristan juga tergabung dalam UKM tari. Mereka berdua berkenalan dan bersahabat ketika sama-sama bertemu di UKM Tari ini. Reenatha selain wajahnya manis dan menarik, dia punya talenta lain selain menulis yaitu menari dalam bahasa trennya anak-anak sekarang lebih dikenal istilah bahasa Inggris "dance" , Reenatha adalah orang asli Padang, tak heran wajahnya manis dan dikagumi beberapa teman cowoknya maupun seniornya. Cristan ayahnya yang asli Jawa dan ibunya yang asli Maluku, merupakan kombinasi yang komplit untuk membentuk wajah sekeren Cristan, hanya saja karena dia lama tinggal di Maluku, jadi bahasanya Maluku banget. Mereka berdua bersahabat ya semenjak mereka berkenalan di UKM Tari ini.
***
Setelah selesai berlatih ..
"Mampir dikos-kosku Rere." pinta Cristan
"Kupreeet.. namaku bukan Rere!" sungut Reenatha sambil memukul lengan Cristan.
"Haha.. ya suka-suka aku dong, mau manggil apa." ledek Cristan.
"Hmm, boleh sih.. tapi.."
"Tapi apa? Hoo.." Cristan mengangguk-ngangguk saat sudah tahu apa yang dimaksud Reenatha. "Angelo kan?"
"Yee SOK TAU!" Reenatha menyikut Cristan
"Haha.. taulah.. Angelo itu kan tempat curhatnya ke aku, nah kamu juga sahabatku tempat curhatnya ya pasti ke aku lah." kata Cristan sok tahu banget
"Yee SOK TAU!" Reenatha menyikut Cristan
"Haha.. taulah.. Angelo itu kan tempat curhatnya ke aku, nah kamu juga sahabatku tempat curhatnya ya pasti ke aku lah." kata Cristan sok tahu banget
"Huzz .. sembarangan kamunya. KEPO." Reenatha mencibirkan bibirnya.
Cristan tertawa melihat tingkah Reenatha. Tak lama kemudian dia tersenyum lebar saat orang yang dimaksud sedang berjalan menuju kearah mereka.
"Senyam-senyum apa kamu?" tanya Reenatha yang tak tahu Angelo sudah berada beberapa langkah kaki lagi tiba didepan mereka.
"Hei.." sapa Angelo.
Pucuk dicinta ulam pun tiba..
Mata Reenatha sesaat terbelalak mendengar suara ini. Dia kenal sekali dengan suara ini. Ya, suara siapa lagi kalau bukan ..
"Nah.. ko panjang umur skali." kata Cristan ke Angelo menggunakan bahasa Maluku yang tentu saja tak asing bagi Angelo, karena dia juga aslinya dari Maluku.
Mata Reenatha sesaat terbelalak mendengar suara ini. Dia kenal sekali dengan suara ini. Ya, suara siapa lagi kalau bukan ..
"Nah.. ko panjang umur skali." kata Cristan ke Angelo menggunakan bahasa Maluku yang tentu saja tak asing bagi Angelo, karena dia juga aslinya dari Maluku.
Cristan dan Angelo adalah teman satu daerah, dan mereka berdua juga adalah teman satu kos-kosan. Cristan tahu dengan benar saat Angelo menceritakan perkenalannya dengan Reenatha saat dia juga masuk UKM Tari ini. Semenjak perkenalan mereka, Angelo sering dekat dengan Reenatha, dan diam-diam ada perasaan suka diantara keduanya, yang tahu dan sering mendengar curhatan keduanya adalah Cristan yang sama-sama merupakan sahabat mereka. Hanya saja, yang membuat mereka tak dapat mengungkapkan perasaan mereka masing-masing adalah rasa malu, takut, dan kehidupan mereka yang jelas-jelas berbeda dengan segala macam adat istiadat dan peraturan.
Sambil tersenyum kecil, "Barang kamong ada carita beta?" tanya Angelo , lalu kemudian tersenyum lebar
"Seng! Seng!" seru Reenatha tiba-tiba menyela, "Upz! nggak.. nggak kok Elo, nggak." sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menyangkal apa yang sedang ditanyakan Angelo. Yah, karena sudah cukup lama bersahabat dengan Cristan dan juga keseringan mendengar percakapan Cristan dan Angelo menggunakan bahasa Maluku jadinya Reenatha sering keceplosan terbawa-bawa mengikuti bahasa Maluku.
Tapi justru keceplosannya itu yang membuat Angelo dan Cristan tertawa terbahak-bahak karena logatnya yang sama sekali tidak mirip orang Maluku.
"Dasar Rere!" ledek Cristan, "Rere.. Rere.."
"Ihh apaaan.."
Belum sempat Reenatha melanjutkan kata-katanya, Angelo membelanya dengan balik meledek Cristan, Reenatha ikut membantu Angelo.
"Loh kok malah aku yang dijadikan bahan tertawaan sih?" tanya Cristan sambil tersenyum lebar, "Ha.. ha.. ini pasti.."
"APA?" tanya keduanya kompak.
"APA?" tanya keduanya kompak.
"Nggak kok.." Cristan lalu tertawa lebar
Lama mereka mengobrol. Baik Angelo dan Reenatha, keduanya sudah sama-sama memberikan sinyal hijau, tapi keduanya masih tampak malu-malu dan ada keraguan dihati mereka masing-masing.Hal itu seperti dideteksi oleh Cristan, dia tampak senyum lebar melihat kedua sahabatnya ini mengobrol.
***
Saat selesai magrib, semua anak-anak UKM bubar dan kembali ke kehidupan masing-masing, ada yang pulang langsung ke kosnya, ada yang sibuk telponan sama kekasihnya, dan segala aktifitas lainnya. Tak terkecuali, Reenatha, Angelo, dan Cristan. Mereka bertiga berjalan menyusuri koridor kampus menuju tempat parkir kendaraan roda dua.
"Bro, jang marah beta ada urusan.. ko deng Reenatha pulang duluan sudah." Cristan jelas berbohong agar membuat waktu bagi Angelo dan Reenatha untuk bersama-sama, dan Angelo bisa ungkapin perasaannya ke Reenatha.
"Hoo oke." kata Angelo yang seolah mengerti maksud Cristan yang sebenarnya.
"Jang lupa antar dia sampe kos-kosan bae-bae e.." Cristan melaju dengan motor hijaunya.
Dalam perjalanan pulang menuju kos-kosan tempat tinggal Reenatha, Angelo mulai memberanikan diri menggenggam tangan Reenatha yang saat itu berdiri berdampingan dengan dia. Awalnya Reenatha tampak terperangah dengan sikap Angelo yang mulai berani menggenggam tangannya, namun dia mulai tersenyum seolah mengiyakan genggaman itu. Tangannya dipegang oleh Angelo, bahkan semakin erat. Tiba-tiba darimana datangnya rasa berani itu muncul Angelo memberhentikan langkahnya begitupun dengan Reenatha dan langsung saja dia memberanikan dirinya mencium kening cewek disampingnya ini.
Sulit bernafas, sulit mengatur detak jantung yang semakin cepat, rasanya dunia seolah berhenti untuk beberapa saat saat Angelo mencium keningnya. Mulutnya bahkan seperti berbusa tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Dia hanya bisa mengatur kembali napas dan detak jantungnya kembali seperti semula saat Angelo menyudahi ciumannya dikeningnya.
Malam itu menjadi malam yang takan terlupakan bagi keduanya. Semenjak saat itu keduanya sering tampak malu-malu saat bertemu dikampus, maupun saat berjalan bersama dan saat ada dikos-kosannya Cristan, yah maklum Angelo juga sekosan dengan Cristan. Sinyal yang masih sama saling timbal-balik diberikan. Keakraban dan bahkan kedekatan mereka semakin terlihat seperti sepasang kekasih yang lagi kasmaran padahal mereka belum berpacaran.
***
Keesokkan malamnya, Reenatha datang mengunjugi salah satu seniornya yang juga sekos-kosan dengan Angelo dan juga Cristan.
Angelo yang baru pulang kampus, mengetahui kedatangan Reenatha yang sedang ngobrol bersama seniornya juga. Angelo datang menghampiri mereka dan tepat duduk disamping Reenatha. Angelo ikut mengobrol dengan keduanya. Obrolannya terdengar sangat basa-basi, namun Reenatha dan senior mereka berdua duduk tertawa kecil mendengarkan Angelo.
"Reena, kamu dan Cristan pacaran ya?"
"Yee.. dia itu sahabat aku, ya sama kayak kamu dan dia, sahabatan juga kan?"
Angelo mengangguk dan melanjutkan lagi obrolan yang lagi-lagi terdengar basa-basi.
"Kalau kalian cuma sahabatan, ya sudah kita pacaran saja ya Reena?" tanya Angelo sambil menatap lekat-lekat cewek disampingnya yang menatapnya dengan bingung dan terperangah mendengar kata-katanya.
Sambil tertawa kecil, "Serius kamu? atau jangan-jangan kamu cuma bercanda ya?" tanya balik Reenatha
Angelo tanpa membalas kata-kata Reenatha langsung saja memeluk Reenatha dengan erat dan mencium keningnya. "Serius! aku gak tahu gimana cara yang romantis buat ngungkapinnya."
Reenatha tersenyum dan menggangguk.
Cara yang sangat unik untuk memulai suatu hubungan dengan latar belakang berbagai perbedaan diantara kedua bukan hanya berbeda daerah, suku, budaya tapi juga berbeda keyakinan. Reenatha beragama Muslim dan Angelo beragama Katolik. Namun diantara perbedaan itu, Angelo dan Reenatha mampu menyatukan cinta mereka.
Kisah cinta keduanya terjalin, walaupun banyak rintangan yang mereka hadapi tapi hati mereka tetap mampu menyatukan keduanya.
Ternyata cinta itu indah ya? Selalu punya cara tersendiri untuk ngungkapinnya walau dengan cara yang terbilang unik.
TAMAT

q suka perbedaan...
BalasHapuskan q jaga perbedaan n cinta qt....
wlaupun berbeda namun tak'n merubah kisah yg telah tercipta saat ini dan selamanya....
Nice story kk'vha.... ^__^
thank you yaa ade sayang :)
Hapussering mampir ya di blog ini